Selasa, 06 November 2012

ASUSILA

wajib baca..
untuk semuanya...
khususnya para  Remaja saat ini..

ASUSILA..

Asusila adalah perbuatan yang melanggar norma social dan agama. Umumnya perbuatan asusila dikaitkan dengan perbuatan yang mengarah pada penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual dapat diartikan sebagai kebutuhan social (bologis) dengan cara hubungan kelamin yang menyimpang dari ketentuan syariat.
Banyak sekali perbuatan asusila yang terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat, antara lain zina atao heteroseksual, homoseks, lesbian, free seks, samenleven, mastrubasi, zoyeurisme, fethisisme, sodomi, pemerkosaan, aborsi, pelecehan seksual dan pacaran.
Adapun penjelasannya sebagai berikut
1.    Zina atau Heteroseksual
Zina adalah melakukan hubungan kelamin (persetubuhan) laki-laki dan perempuan di luar pernikahan yang sah. Selain perzinaan, kita juga mengenal istilah pelacur. Keduannya juga dikenal dengan istilah heteroseksual, yaitu orang yang melakukan hubungan seksual normal, yaitu terhadap lawan jenis tetapi praktiknya dilakukan di luar jalur nikah
Para psikologi dan seksolog ada yang membedakan pezina dan pelacur. Pelacur adalah mereka yang melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan uang, sedangkan pezina adalah mereka yang melakukan hubungan seksual atas dasar suka sama suka dan hanya untuk memuaskan nafsu seksualnya.
Dalam Islam, apapun namanya apabila melakukan hubungan seksua; di luar pernikahan disebut zina. Zina termasuk perbuatan keji dan dosa besar, sebagai mana firman Allah swt.berikut.
Artinya :
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(Q.S. Al- Isra’: 32)
Rosulullah saw bersabda sebagai berikut.
Artinya :
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw .bersabda, Demi Tuhan yang menggenggam diriku, umat ini tidak akan binasa sampai kelak jika seorang laki-laki mendatangi perempuan lalu menidurinya di jalanan.” Sementara orang-orang yang baik di antara mereka pada saat itu berkata , “Alangkah baiknya saya bersembunyi di balik pagar.” (H.R Abu Ya’la)
2.    Homoseks dan Lesbian
Homoseks adalah pemuasan atau penyaluran nafsu seks antara sesame pria, sedangkan lesbian adalah pemuasan nafsu antara sesame wanita. Homoseks dan lesbian dalam istilah ilmu fikih disebut liwat. Keduannya merupakan perbuatan haram dan dosa besar karena perbuatan tersebut bertentangan dengan fitrah manusia serta bertentangan dengan norma susila dan agama.
Di Negara Barat (Amerika dan Eropa), kelompok homoseks memiliki undang-undang perlindungan khusus. Mereka diperbolehkan kawin dengan jenisnya sendiri. Perbuatan ini pernah dilakukan oleh sebagian kaum laki-laki pada zaman nabi Luth a.s. beliau berulang kali memperingatkan kaumnya agar segera insaf dan bertobat. Namun, mereka tetap membangkang dan tidak mau bertobat. Allah swt.pun menurunkan siksa terhadap mereka sehingga lenyap ditelan bumi (lihat Surat Hud Ayat 82-83).
Di Indonesia sendiri telah ada kelompok gay. Pada tahun 1992 mereka telah “memproklamasikan” diri dengan nama kelompok kerja lesbian dan gay Nusantara (KKLGN)
3.    Freeseks
Pengertian free seks yang dibahas di sini dalam artian luas dan tidak terbatas. Free seks di sini menghalalkan segala cara dan tidak terbatas pada kelompok tertentu. Mereka tidak berpegang teguh pada susila atau nilai nilai manusiawi. Suatu saat berhubungan dengan orang lain (kumpul kebo0 dan di lain waktu mereka juga menggauli keluarga sendiri (ekstrama-ritalseks), baik adik, kakak, bahkan mungkin ibu dan anaknya sendiri. Rosululah bersabda.
Artinya :
Dari Abdullah bin Umar r.a bahwa ia berkata, “ Rosulullah saw. Bersabda,’Sungguh akan dating umatku seperti apa yang telah dating atas kaum bani israil selangka demi selangkah, sehingga jika ada dari mereka itu orang yang mendatangi (mencampuri) ibunya dengan terang-terangan, niscaya ada pula diantara umatku yang mengerjakan demikian’,” (H.R. Tirmizi)
4.    Samenleven
Samenleven adalah kehidupan bersama atau berkelompok tanpa ada sedikit pun niat untuk melangsungkan pernikahan. Dasar pijakan mereka adalah kepuasan seksual, baik secara suka sama suka atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan seksual seketika, sedangkan itu cara yang mudah tanpa ada dasar cinta sama sekali. Perilaku ini banyak dijumpai di lingkungan kos baik mahasiswa maupun pelajar.
5.    Mastrubasi
Mastrubasi sering disebut onani yang berasal dari bahasa latin masturbation. Mastur berarti tangan, sedangkan batio berarti menodai. Secara luas, masturbasi berarti pemuasan seksual pada diri sendiri dengan menggunakan tangan. Dalam istilah fikih, masturbasi dikenal dengan nama istimna’. Kebiasaan masturbasi akan menimbulkan problem psikologis berupa kebingungan dan rasa was-was terhadap berbagai dosa serta dampak negative yang menyertainya.
Kebiasaan onani terus menerus dan berlebihan akan mengakibatkan gejala-gejala fisik yang sangat melelahkan karena banyak menyerap energi. Umunya, pelakunya kekurangan zat besi sehingga kelelahan. Hal itu akan tampak ketika ia melakukan aktifitas belajar dan bekerja.
Memperhatikan berbagai macam efek negative dari onani, jumhur ulama mengharamkan perbuatan itu. Disamping itu, perilaku ini memang tidak bermanfaat dan cenderung mendekati zina.
6.    Voyeurisme
Voyeurisme adalah perilaku yang mendapat kepuasan hanya dengan melihat aurat orang lain yang sedang terbuka atau tidak sengaja di buka. Perilaku ini tampak pada kebiasaan mengintip orang mandi dan melihat film porno atau gambar porno
7.    Fethisisme
Fethisisme adalah perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual hanya dengan memengang, memiliki, atau melihat benda-benda atau pakaian yang sering dipakai wanita, umpamanya BH dan celana dalam.
8.    Sodomi
Kita sering mendapat berita tentang perilaku sodomi di media cetak ataupun media elektronik. Pada awalnya istilah ini digunakan untuk menyebut mereka yang berhubungan badan dengan binatang. Namun, sekarang ada perluasan makna, yaitu berhubungan seksual lewat dubur dan membunuh pasangannya untuk mendapat kepuasan. Perbuatan ini dapat dilakukan terhadap pria maupun wanita, umumnya terhadap mereka yang dapat dikuasai secara psikologis. Cara membunuh pasangan pelaku sodomi biasanya sangat sadis, misalnya dengan mencekik, membedah perut, menyayat, melukai kemaluan, dan menyembelih korbannya.
9.    Perkosaan
Perkosaan adalah perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual dengan cara memaksa orang lain untuk melakukan hubungan seks. Perkosaan dapat terjadi pada orang yang dikenal atau tidak dikenal. Hal itu sangat bertentangan dengan norma asusila dan tidak sejalan dengan fitrah social manusia. Kita juga sering mendengar peristiwa pemerkosaan, misalnya ada seorang kakek memperkosa akan usia TK. Sungguh betul-betul memprihatinkan
10.  Aborsi
Aborsi adalah proses pembatalan kehidupan dan pemusnahan janin. Aborsi sangat erat dengan fre seks. Aborsi juga berarti pelarian dari tangung jawab sebagai seorang ibu. Secara psikis, pelaku aborsi akan merasa dikejar-kejar dosa. Aborsi dapat menyebabkan kanker rahim. Jika darah waktu pengguguran tidak bersih secara sempurna, dapat menyebabkan kemandulan.
11.  Pelecehan seksual
Pelecehan seks berarti penghinaan terhadap nilai seksual seseorang yang ada pada tubuhnya. Hal itu dapat berbentuk tindakan, ucapan, tulisan, gambar atau gerakan tubuh yang dinilai oleh seorang wanita mengganggu atau merendahkan martabat kewanitaannya, seperti mencolek, meraba, mencium, dan mendekap.
Pelecehan seksual merupakan dampak dari ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan nafsu (birahi) terhadap lawan jenis. Dengan demikian, orang yang melakukan pelecehan seksual tidak pantas disebut sebagai manusia yang bermoral.
12.  Pacaran
Pacaran menurut bahasa berarti saling mengasihi atau saling kenal. Dalam pengertian luas, pacaran berarti upaya mengenal karakter seseorang yang dicintai dengan cara mengadakan tatap muka. Makna pacaran untuk zaman sekarang ternyata bukan hanya sekedar symbol untuk sekedar mengenal karakter seseorang karena pada dasarnya karakter seseorang dapat digali lebih objektif dari orang yang dekat dengan si dia. Pacaran zaman sekarang justru lebih banyak diartikan pelampiasan dari rasa rindu terhadap yang dicintainya. Bahkan, lebih tegas lagi, pacaran masa sekarang pada hakikatnya upaya pelampiasan keinginan seksual (hubungan intim) yang tertunda.
Jika pacaran dalam pengertian ajang saling mengenal, model seperti ini belum termasuk pada tahap penyimpangan dan pelecehan seksual.
Namun, jika pacaran diartikan pertemuan rutin dengan kekasih untuk menumpahkan segala hasrat dengan berbagai bumbu tertentu, seperti berpegangan tangan, bergandengan, ciuman, dan berpelukan, bahkan hingga hubungan seksual, hal seperti itu bukan lagi disebut pacaran dalam arti asal, melainkan upaya penanaman mental free seks
Mengapa dikatakan upaya penanaman free seks? Karena cara-cara seperti ini telah menjurus pada pelampiasan nafsu seks di luar nikah, sedangkan pernikahan itu sebenarnya belum tentu terjadi dengan orang yang pernah dicintainya atau pernah mencitainya. Bahkan, kebanyakan mereka yang berpacaran dengan gaya seperti ini tidak jadi nikah, bahkan cintanya terputus di tangah jalan.
Pacaran dengan gaya seperti ini dapat juga diartikan sebagai upaya pengikisan nilai atau rasa cinta. Dua sejoli yang terlalu sering berdua-duan, lambat laun cintanya akan kendur dan dihinggapi perasaan bosan. Jika cintanya mulai krisis dan dilanjutkan dengan pernikahan, biasanya pernikahannya tidak bertahan lama atau sekalipun langgeng, tetapi selalu disertai dengan berbagai ketidakcocokan sebagai cermin kebosanan kepada pasangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar